Kalau orang luar mencari informasi tentang Bondowoso, yang muncul biasanya potongan-potongan: satu akun Instagram wisata, satu grup Facebook, satu situs dinas yang jarang diperbarui. Orang Bondowoso sendiri pun sering bingung. Jam buka Kawah Wurung jam berapa? Mengurus KTP ke mana dan bawa apa? Status Kawah Ijen hari ini bagaimana?
Saya mobile engineer dan tinggal di sini, jadi jawabannya terasa jelas: kumpulkan semuanya di satu aplikasi. Begitulah Bondowosopedia dimulai.
Isinya apa saja
Yang paling awal saya kerjakan adalah wisata, karena datanya relatif stabil dan bisa jadi fitur pertama yang langsung berguna. Setelah itu menyusul bagian yang lebih "warga":
- Destinasi wisata dengan jam buka, harga tiket, dan peta.
- Laporan warga untuk jalan rusak, lampu mati, atau sampah, lengkap dengan foto dan lokasi.
- Panduan layanan publik, misalnya syarat membuat KTP, KK, dan KIA.
- Kabar terbaru, kontak darurat, dan status gunung.
Saya kerjakan sendiri dari desain sampai rilis: Flutter di sisi aplikasi, PocketBase di server, dan Firebase untuk notifikasi.
Bukan aplikasi pemerintah
Ini hal yang saya tegaskan sejak awal. Bondowosopedia adalah proyek independen, dari warga untuk warga. Data publik yang dipakai saya cantumkan sumbernya, tapi aplikasinya tidak mewakili instansi mana pun.
Ternyata ini juga yang ditanyakan Apple.
Ditolak App Review, dan itu bagus
Pengajuan pertama ke App Store ditolak. Ada tiga catatan, dan semuanya masuk akal kalau dipikir ulang.
Support URL mati. Saya mencantumkan irfandi.id, padahal domain itu belum punya situs. Emailnya hidup, tapi halamannya tidak ada. Memalukan, tapi gampang diperbaiki. (Situs yang sedang kamu baca ini sebagian lahir dari kejadian itu.)
Siapa di balik aplikasi ini? Apple bertanya instansi mana yang menyediakan layanannya dan apa hubungan saya dengan Bondowosopedia. Jawabannya sederhana: saya pengembang perorangan, tidak ada instansi di belakangnya.
Konten buatan pengguna harus bisa dimoderasi. Ini catatan yang paling berat. Karena warga bisa menulis laporan dan komentar, aplikasinya wajib punya persetujuan ketentuan sebelum masuk, filter kata, tombol lapor, tombol blokir pengguna, dan janji menindak laporan dalam 24 jam.
Waktu itu rasanya seperti tambahan kerja. Sekarang saya melihatnya sebagai fitur yang memang seharusnya ada sejak hari pertama. Aplikasi warga tanpa cara melaporkan konten buruk hanya menunggu waktu sampai isinya rusak. Yang akhirnya saya bangun: konten otomatis disembunyikan setelah dilaporkan beberapa orang berbeda, setiap laporan masuk ke email saya, dan akun yang melanggar bisa diblokir dari semua fitur tulis.
Yang saya pelajari
- Mulai dari data yang stabil. Wisata dulu, laporan warga belakangan. Fitur pertama yang langsung berguna lebih penting daripada fitur yang paling keren.
- Moderasi itu bagian dari produk. Kalau orang bisa menulis, harus ada cara untuk melapor dan memblokir.
- Hal remeh bisa menggagalkan rilis. Satu link yang mati cukup untuk ditolak.
Bondowosopedia sekarang sudah ada di App Store dan Google Play. Kalau kamu orang Bondowoso, atau sedang merencanakan mampir, coba lihat di sini. Masukan selalu saya tunggu.